Cerita Sukses Penjual Orem-Orem

Inilah sebuah kisah sukses yang menawan hati. tentang diri seorang penjual orem-orem. Makanan khas kota malang yang bertempat di pinggiran jalan. Kisah ini sangat menarik. Apalagi saya mendengar sendiri cerita itu. Beberapa kali saya pergi ke warung tersebut, untuk mendengarkan cerita demi cerita, sebagai kelanjutannya. Sehingga, akhirnya, saya memutuskan untuk menulisnya dalam diskusi ini.

Cinta Yang Tak Rumit Dari Faiz

Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin juga sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari seorang anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.

Jangan Salah Menilai

Saya adalah seorang petugas kesehatan yang bertugas di sebuah desa terpencil di Tanjung Agung, Padang Ulak Tanding, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Desa tersebut terletak sekitar 50 km dari ibukota kabupaten. Separuh jalannya adalah jalan aspal kasar yang jarang dilalui kendaraan bermotor.

Sebuah Nasehat

Hari per-1, tahajudku tertinggal…Dan aku begitu sibuk akan duniaku…Hingga Dzuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil…Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan adzan magrib…Dengan niat kulakukan bersama Isya, itupun terlaksana setelah acara tv selesai.

Pemakan Rezeki, Bukan Pemberi Rezeki

Tertegun aku saat itu, ketika mengingat kembali perjalanan panjang kehidupan kami sampai saat ini. Adalah ia, seorang wanita perkasa yang telah Allah pertunjukkan padaku untuk tak lengkang berucap syukur akan kehadirannya. Menemani langkah kami, membimbing jiwa-jiwa kami, hingga melepasnya ke belantara kehidupan seperti saat ini.

Kisah Penjual Gado-Gado

Sudah hampir setahun lamanya saya tidak pulang ke Jakarta. Selama belajar di Malaysia, biasanya saya kembali ke Jakarta setiap empat bulan sekali. Tapi sejak bulan November 2006 lalu, saya tidak pernah pulang sampai sepuluh hari menjelang Iedul Fitri bulan Oktober 2007 lalu. Maklum, dalam setahun terakhir ini saya mengajak istri ikut ke Kuala Lumpur.

Kisah dari Stasiun Jatinegara

Kereta Api Bima yang saya tumpangi dari Madiun perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu. Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka kebanyakan berdiri, karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.

Matematika Sederhana

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Belajar dari Seorang Ibu Tua

Sabtu lalu saya sekeluarga bergegas berangkat ke masjid Al-Falah, sebuah masjid yang didirikan oleh orang-orang Indonesia di Berlin. Khawatir acara pengajian yang biasa diadakan tiap penghujung bulan itu sudah dimulai, kami berlari-lari kecil sambil diiringi tawa riang anak-anak mengejar bis yang hampir saja meninggalkan kami.

Pesan Sahabat

Astaghfirullah hal adzim !!!

Beberapa hari yang lalu aku bermimpi bertemu dengan sahabatku, yang sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dia meninggal karena kecelakaan. Dia menemuiku di sebuah tempat yg insya Allah aku gak pernah tahu atau kenal tempat apakah itu….?! (Sebagai gambaran saja tempat itu seperti sungai yang kering, berbatu cadas hitam,dan tidak ada pohon ! kecuali hanya pohon dan ranting yg sudah kering dan mati saja)

Lalu dalam mimpi itu dia menyampaikan 3 pesan untuk aku, dan ini adalah pesan dia dalam mimpiku….