Surat Al Fatihah

Surat Al-Fatihah merupakan surat yang turun di Mekkah. Oleh karenanya, surat ini masuk kategori surat Makiyyah. Surat yang terdiri dari 7 ayat ini disebut juga dengan nama Ummul Kitab.

Dalam keterangan lain; dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Alhamdu lillahi rabbil ‘alamina adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, Sab’ul Masani dan Al-Qur’anul Azim,” (HR At-Tirmidzi)

Keutamaan Surat Al Fatihah

Dari Abu Sa’id ibnul Ma’la, dia menceritakan, “Aku sedang shalat kemudian Rasulullah memanggilku, tetapi aku tidak menjawabnya hingga aku selesai dari shalatku. Aku menghampirinya dan dia bertanya, “Mengapa engkau tidak segera datang kepadaku?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku sedang shalat.” Beliau bersabda, “Bukankah Allah swt telah berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.’ (QS Al-Anfal (8):24).

Hukum Membaca Surat Al Fatihah

Mengenai hukum membaca Surat Al Fatihah ini terdapat 3 pendapat ;

1. Imam, makmum dan orang yang shalat sendirian wajib membaca Al Fatihah berdasarkan hadist “Barang siapa yang melakukan suatu shalat tanpa membaca Ummul-Qur’an, maka shalatnya tidak sempurna.” Dan “Tidaklah berpahala shalat yang didalamnya tidak dibaca Ummul-Qur’an.” Pendapat ini dipegang oleh Imam Syafi’i r.a.