A+ A A-

Pada tahun 1990, hati saya terpanggil untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Waktu itu saya bekerja sebagai seorang anggota kepolisian berpangkat inspektur di Kluang, Johor. Saya bertugas sebagai anggota kepolisian sejak tahun 1982. Kebetulan ibu saya dapat uang hasil menjual tanah warisannya. Lalu uang itu dibagikan kepada kami anak-anaknya. Saya kebagian empat ribu ringgit waktu itu. Pesan Ibu kepada saya agar uang itu digunakan untuk berangkat haji ke Mekah.

Published in Artikel Terbaru

Dua kisah yang akan saya ceritakan ini agak aneh. Kisah pertama mengenai seorang jemaah bernama Mansor berusia 30-an yang sebaya dengan saya. Mansor bekerja di Brunei dan bergaji besar. Ini terjadi ketika saya menjadi mutawif membawa jemaah umrah ke Tanah Suci pada tahun 1992.  Ketika itu, saya bertugas di sebuah agensi haji & umrah di Brunei. Waktu ibadah umrah pada bulan Desember dalam keadaan tidak terlalu panas dan kami berada di Tanah Suci selama sembilan hari.

Published in Arsip
Saturday, 26 January 2013 21:34

Azab Koma Di Tanah Suci

Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah dan membantu ayah saya mengurus jemaah haji dan umrah, saya mengalami berbagai pengalaman menarik dan unik. Tapi dari banyak peristiwa-peristiwa yang saya temui itu, ada satu kejadian yang tidak bisa saya lupakan sampai kapanpun.

Published in Arsip
Free live stats and visitor counter for Joomla, Wordpress, Drupal, Magento and Prestashop

Login or Register

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel