A+ A A-
Thursday, 18 July 2013 09:35

Amplop Dari Ustad

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Published in Artikel Terbaru
Tuesday, 05 March 2013 09:04

Memetik Panen Dari Kesabaran

Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan banyak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, hidayah adalah kehendakNYA dan hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.

Published in Arsip
Friday, 08 February 2013 10:00

Cara Allah Memberi Rejeki

Andaikata, uang kita diambil satu bagian, lalu dikembalikan sebanyak tujuh belas kali lipat, maukah kita? Andaikata, yang mengambil tidak memberitahu lebih dahulu, kalau nantinya akan dibayar dengan berlipat ganda, maukah kita?

Marilah kita ikuti pengalaman nyata seorang bapak muda yang cukup menarik untuk dikaji. Sebutlah Pak A. Sekitar 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, seorang muda yang baru dikarunia seorang anak, is bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal sebentar lagi selesai. Gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu setiap bulannya dapat dikatakan sangat tidak cukup untuk biaya hidupnya beserta istri dan seorang anak kecilnya.

Published in Arsip
Sunday, 27 January 2013 11:37

Kisah Sederhana Tentang Taqwa

Ini sebuah kisah nyata, bukan kisah misteri dengan para genderuwo sebagai pemeran utama. Sebuah kisah yang setidaknya memberikan perenungan tentang hikmah apa yang berada dibalik semua itu.

Published in Arsip
Saturday, 26 January 2013 21:41

Mau Punya Rumah ? Ternyata Gampang

Mungkin semua orang ingin memiliki tempat tinggal yang layak sebagai markas bagi keluarga, sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, pusat pendidikan anak dan masih banyak fungsi-fungsi yang lain. Saya juga memiliki keinginan yang sama dengan orang lain, sejak awal-awal menikah sudah memiliki cita-cita untuk memiliki rumah sendiri, mungkin walau cukup sederhana.

Published in Arsip
Saturday, 26 January 2013 21:37

Di Balik Kerudung

Sebelum aku memulai cerita aku ini, izinkanlah aku untuk memohon maaf apabila ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan cerita aku ini, terutama keluargaku. Untuk itu nama-nama orang dan tempat tidak akan aku sebutkan. Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (bukan nama sebenarnya) dari Univ. T. di kotaku yang mau menuliskan kisah sejati aku ini. Semoga kisah sejati aku ini menjadi inspirasi buat orang yang membacanya atau mengalami hal yang sama. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah pada kita semua.

Published in Arsip
Saturday, 26 January 2013 21:22

Dibayar Kontan

Hari itu uang belanja di laci lemari tinggal lima ratus ribu, sementara di dompet hanya tersisa 2 lembar sepuluh ribuan. Kuhitung tanggal gajian, masih 14 hari lagi, sedangkan beberapa pengeluaran rutin belum sempat terbayarkan. Tagihan telepon dan bayaran les anak-anak saja mencapai tiga ratus ribuan, artinya cuma tersisa dua ratus ribuan untuk belanja sayuran. Belum lagi gas yang biasanya habis sekitar tanggal 25.

Published in Arsip
Saturday, 05 January 2013 16:40

Senyum Di Senja Hari

April 1984

Menjelang Ujian Akhir SMP!! Gempa hebat melanda keluargaku, dan telah memporakporandakan bangunan hatiku. Allahu Robbi, kenapa Bapak tega melakukan semua ini?

Tak tega melihat ibu yang diam mematung dengan air mata berlelehan. Sementara Pak Jono, Pak Dodi, teman sekantor Bapak menjelaskan dengan bahasa yang dibuat sehalus mungkin. Aku mengintip takut-takut dari lubang kunci, raut wajah Ibu yang tiba-tiba menegang, lalu air mata yang tumpah bak banjir bandang. Bapak dipecat, karena menyelewengkan dana kantor dan terbukti melakukan tindakan asusila dengan rekan wanitanya di kantor. Bahkan, wanita itu telah diberinya rumah di Kecamatan Pare, tiga puluh kilometer dari rumah kami. Bapak dipenjara atas tuduhan korupsi dan berselingkuh dengan istri orang. Aku tahu, bukan sekali ini saja Bapak mengkhianati Ibu. Sebagai anak tertua aku sudah bisa membaca hubungan kedua orang tuaku. Namun baru kali ini kulihat Ibu begitu terpukul. Tentu, dengan dipecatnya Bapak, berarti asap tak akan mengepul lagi di tungku keluarga kami. Sementara lima orang anak perempuan setiap hari membutuhkan jatah nasi yang tidak sedikit. Melihat Ibu bermuram durja, semangat belajarku hilang seketika.

Published in Arsip
Saturday, 05 January 2013 13:10

Ya Razzaq

Setelah melahirkan saya memutuskan tidak bekerja. Kondisi di rumah tidak memungkinkan untuk memiliki pengasuh. Lagipula saya sangat ingin merawat sendiri putri kami bernama Sariyya yang sekarang sudah berusia 3 tahun. Saya tidak mau kehilangan momen berharga perkembangan Sariyya yang tidak bisa diulang. Saya juga ingat pesan almarhumah ibu saya agar saya merawat sendiri anak-anak saya.

Published in Arsip
Saturday, 05 January 2013 13:08

Doa Dari Keranjang Tempe

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai menyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.

Published in Arsip
Free live stats and visitor counter for Joomla, Wordpress, Drupal, Magento and Prestashop

Login or Register

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel