Kisah Uang Seribu

07 May

Kisah Uang Seribu

By 
(0 votes)

Tepatnya tahun 2005 yang lalu,aku adalah seorang perantau yang di-PHK dari kerjaanku sebagai buruh pabrik, kemudian aku kerja disebuah perusahaan investasi yang ada dikota S. Yach..sebulan-dua bulan aku belum mendapatkan nasabah..dan aku hampir putusasa karenanya. Karena diperusahaan ini karyawan harus mendapatkan nasabah kemudian baru akan mendapatkan komisi.

Hingga uang sepeserpun aku tidak punya, untuk makan uang 50 ribu aku bisa gunakan selama 2 minggu. Sepatu kujual kepada seorang teman yang kebetulan dia kerja disalah satu perusahaan distributor kecap terkenal.

Dia sering berkata kasar, menurutnya mengantarkan aku ke kantor, dia rugi tenaga, waktu dan bensin. (padahal kantorku itu sejalan dengan kantornya, sehingga baik berangkat ataupun pulang tinggal jalan aja) tapi aku tetap terima.

Bahkan sempat dia bilang keaku untuk menjadi tukang parkir atau ngamen.. "kamu kan bisa maen gitar, udah kamu ngamen aja biar kamu bisa makan.." ..Tuhan.. aku lapar, dengan sangat aku meminta dia untuk dibelikan makan, sementara dia tahu kalau aku belum punya penghasilan dan seorang perantau,sedangkan dia memang asli orang sini dan dari keluarga yang cukup mampu.

Namun hari2 kulalui dengan sabar dan berdoa, berulang kali temanku mencela, mencemooh pekerjaanku, namun aku hanya bisa berdoa sambil setiap hari menghubungi orang demi orang untuk menjadi nasabah diperusahaanku. Sampai akhirnya rasa putus asa begitu menyentak dadaku, hari itu uangku tinggal seribu rupiah, aku sudah tidak bisa makan lagi hari itu, dan benar2 putus asa.

Akhirnya aku pergi keluar kantor dengan harapan ketemu dengan teman sekerjaku dulu saat dipabrik untuk aku pinjam uang untuk ongkos pulang ke kotaku. Ketika sedang menyusuri jalan dan melewati jembatan, aku melihat seorang tua duduk dan memainkan harmonika. Disampingnya ada kaleng bekas untuk wadah uang.

Keadaan jalan sepi, namun kakek tua itu disitu, mungkin karena sudah tidak kuat jalan atau gimana saya tidak tahu. Saat itu timbul rasa iba dihatiku, ternyata orang setua itupun masih tetap mencari nafkah meski sudah renta sekali. Tanpa pikir panjang uang seribu kuberikan ke kakek tersebut. Pulang kekostku dengan jalan kaki yang berjarak hampir 3 Km. Air putih cukup untuk mengganjal perutku.

Keesokan harinya aku pergi ke kantor, menghubungi salah satu calon nasabahku.. (saat itu hari jum'at) ini adalah hari terakhirku di kota ini. Ternyata beliau tertarik dan saat itu juga mau invest 50Jt, dan disuruh ngambil sebelum jum'atan, wah..betapa bahagianya aku..

Hari-hari berlalu dengan cepat sekarang aku sudah menjadi salah satu manager di perusahaan ini, aku juga sedang merintis sebuah studio music dikota kelahiranku, dan temanku sekarang juga menjadi marketingku. Dia minta kerja dan aku menerimanya sebagai seorang teman sampai sekarang. Semoga aku selalu diingatkan akan kebesaran-Mu ya Rabbi..agar aku selalu berjalan di ridha-Mu. Amien

Ternyata Allah mengganti seribuku dengan berlipat ganda..Allhamdulillah.

Read 2842 times Last modified on Saturday, 01 June 2013 01:38

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.