Sipat Buruk Manusia dan Obatnya

02 Apr

Sipat Buruk Manusia dan Obatnya

By 
(0 votes)

Inilah sipat-sipat buruk manusia yang Allah terangkan dalam Al Qur’an Surat Al Ma’aarij serta bagaimana terhindar sipat-sipat buruk tersebut.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela, Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan. (QS:70:19-35)

Allah SWT mengabarkan manusia dan tabiat yang telah ditetapkan kepadanya berupa akhlak yang rendah, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersipat keluh kesah lagi kikir.” Lalu Allah menjelaskan firmannya ini dengan ayat selanjutnya, “Apabila ia ditimpa kesusahan, dia berkeluh-kesah.” Jika Allah mengujinya dengan cobaan, maka dia berkeluh kesah. “Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir” Akan tetapi jika ia diberi kekayaan atau keluasan harta, maka dia kikir dan tidak mau mengeluarkan haknya Allah untuk para hamba-Nya yang membutuhkan.

Selanjutnya Allah SWT berfirman, “Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan sholatnya” Artinya orang-orang selain mengerjakan sholat, mereka juga memelihara waktunya, kewajiban-kewajibanya, tenang dan khusyu ketika melaksanakannya. “Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). Yaitu pada harta yang kita miliki ada bagian/hak untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. “Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,” yaitu, yakin bahwa mereka akan dikembalikan, dihisab dan diganjar dengan balasan yang setimpal serta takut dengan siksaan Allah. Itulah sebabnya pada ayat selanjutnya Allah SWT berfirman, ”dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).” Selanjutnya, “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,” yaitu menahannya dari perbuatan haram, “kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela, Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” Firman Allah SWT, “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” Artinya bila diberi amanat tidak mengkhianatinya serta selalu menepati janji. “Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.” Yaitu mereka yang memeliharanya, tidak menambahkan, mengurangi atau menutup-nutupi.“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” Yaitu memelihara waktu-waktu, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnahnya. Sajian Allah SWT yang membuka uraian-Nya dengan sholat dan menutupnya dengan sholat, menunjukan bagaimana perhatian Allah terhadap sholat dan isyarat tentang kedudukannya yang mulia. Dan akhirnya sebagai balasannya “Mereka itu (kekal) di dalam surga lagi dimuliakan.” (Penjelasan ayat diambil dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir).

Allahu’alam.

 

Read 2348 times Last modified on Saturday, 04 May 2013 13:57

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.