Khasyyatullah - Takut Kepada Allah

29 Apr

Khasyyatullah - Takut Kepada Allah

By 
(0 votes)

Suatu hari ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. Ketika berjalan-jalan dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis. Melihat anak kecil tadi menangis, orang tua itu pun berkata,

'Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?'

Maka anak kecil itu berkata, 'Wahai kakek saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, 'Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum' (Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu..) Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.'

Berkata orang tua itu, 'Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.'

Anak kecil itu berkata, 'Wahai kakek, kakek adalah orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.'

Orang tua itu kembali berkata sambil menangis, 'Sungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nanti?'

Inilah sepenggal kisah yang sangat menyentuh hati. Kisah yang memberikan suatu motivasi dan inspirasi kepada setiap mukmin untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT serta menyadarkan setiap mukmin yang terhipnotis dengan gemerlapan perhiasan dunia sehingga lalai akan kebersamaan Allah dalam setiap aktivitas. Bukankah Allah telah mengingatkan kita, 'Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.' (QS. 50:18).

Bahkan pada ayat sebelumnya, 'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.' (QS. 50:16-17). Masih ingatkah kita sabda bagindaRosulullah ketika beliau ditanya malaikat tentang IHSAN, 'engkau beribadah (mengabdi) kepada Allah seakan-akan engkau melihat kepada-Nya, sekalipun engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya ia melihat engkau.

Khasyyatullah (takut kpada Alloh) akan tumbuh pada jiwa kita bilamana dalam jiwa kita tumbuh kesadaran akan ma'iyatullah (kebersamaan bersama Allah) dalam segala aktivitas. Khasyyatullahpun akan tumbuh subur dengan selalu bermu'yasah (berinteraksi) bersama Al-Qur`an dengan merenungi akhir perjalanan kaum terdahulu dan mau mengambil ibrah dari perlawanan orang-orang kafir terhadap para Nabi sehingga Allah memberikan azab yang sangat dasyat seperti kisah kaum Add, Tsamud dll . Dan yang juga penting dari itu semua adalah ilmu. Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Faathir,

“……………….Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama*. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.' (QS. 35:28).

(*Yang dimaksud ulama disini dalam ayat ini adalah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah)

Bahkan syaitan yang merupakan musuh nomer satu bagi umat manusia adalah makhluk yang paling takut kepada Allah sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur`an surat Al Hasyr,

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia: 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam'. (QS. 59:16).

Itulah gambaran tentang khasyyatullah, gambaran yang bukan hanya hayalan idealisme tapi haruslah terbumikan dalam realita kehidupan. Tunggu apa lagi ?

Allohu a'lam

 

Dari sebuah milis

 

Read 1585 times Last modified on Saturday, 04 May 2013 14:04

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.