07 Jul

Halal bercampur dengan Istri di malam hari di Bulan Ramadhan

By 
(0 votes)

Diriwayatkan dari Al Bara r.a. :

‘Ada satu kebiasaan diantara para sahabat Nabi Muhammad Saw, yaitu bahwa apabila salah seorang dari mereka berpuasa dan makanan telah dihidangkan (untuk ifthar atau berbuka puasa), namun ia tertidur sebelum makan, maka ia tidak makan malam itu dan pada hari berikutnya hingga matahari terbenam. Qais bin Shirmah Al Anshari berpuasa dan menemui istrinya pada waktu ifthar dan bertanya apakah ada sesuatu untuk dimakan. Istrinya menjawab, ‘Tidak, tetapi aku akan mencarinya dan membawakannya untukmu.’ Ia (Qais) bekerja keras seharian, maka (pada malah harinya karena kelelahan) ia tertidur pulas. Ketika istrinya datang dan melihatnya, ia berkata, ‘Kasihan kamu.’

Pada tengah hari di hari berikutnya ia (Qais) jatuh pingsan dan Nabi Saw diberitahu persoalan itu, maka ayat-ayat suci berikut pun diturunkan,

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu,(QS Al Baqarah [2]:187)

Maka para sahabat sangat gembira dengan turunnya ayat itu. Kemudian turun (pula) ayat,

dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam…..(QS Al Baqarah [2]:187) (HR Bukhari [3:139-S.A])

 

Read 1082 times Last modified on Sunday, 07 July 2013 14:08

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.