Diriwayatkan dari An-Nurman bin Basyir r.a. :

Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda,

“Yang halal dan yang haram telah jelas, namun sebagian besar umat manusia tidak mengetahui bahwa diantara keduanya terdapat Syubhat (sesuatu yang meragukan). Siapapun yang meninggalkannya, ia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan orang yang menurutkannya bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan (ternaknya) di dekat hima (padang rumput pribadi) orang lain, dan kapan saja ia dapat terperangkap di dalamnya. (Wahai umatku!) berhati-hatilah! Setiap raja memiliki hima dan hima kepunyaan Allah Swt di bumi ini adalah segala sesuatu yang diharamkan Allah. Hati-hatilah! Ada segumpal daging di dalam tubuh yang apabila gumpalan daging itu baik maka baik pulalah seluruh tubuh. dan bila gumpalan daging ini buruk maka buruk pulalah seluruh tubuh. Segumpal daging tersebut adalah hati (qalb). (HR Bukhari [1:49-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Rasulullah pernah bersabda,

“Orang beriman yang menghadiri upacara pemakaman seorang muslim dengan ikhlas dan berharap memperoleh pahala Allah Swt dan berada disana hingga ikut mensholatkannya dan upacara pemakaman diselesaikan, ia akan pulang dengan memperoleh dua qirat. Masing-masing qirat ukurannya sebesar gunung Uhud. Sedangkan yang hadir hanya sampai mensholatkannya, memperoleh satu qirat. (HR Bukhari [1:44-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Anas r.a. :

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,

“Siapapun yang berikrar, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ (tidak ada sesuatupun yang patut disembah selain Allah Swt) dan di dalam hatinya terdapat iman meskipun sebesar benih gandum, akan dikeluarkan dari neraka. Siapapun yang berikrar, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ (tidak ada sesuatupun yang patut disembah selain Allah Swt) dan di dalam hatinya terdapat iman meskipun sebesar bulir padi, akan dikeluarkan dari neraka. Siapapun yang berikrar, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ (tidak ada sesuatupun yang patut disembah selain Allah Swt) dan di dalam hatinya terdapat iman meskipun sebesar atom, akan dikeluarkan dari neraka. (HR Bukhari [1:42-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. :

Ketika saya sedang duduk bersama seorang perempuan, Nabi Muhammad Saw dating dan bertanya kepadaku,

“Siapakah dia?”

Aku menjawab, “Si Fulanah” dan aku ceritakan pada Nabi Saw bahwa dia beribadah dengan berlebihan.

Nabi Muhammad Saw bersabda dengan memperlihatkan ketidaksetujuannya,

“Perbuatan baik yang dilakukan secara berlebihan tidak akan membuat Allah lelah (untuk memberikan pahala) namun engkaulah yang akan lelah dan al-din (perbutan baik - ibadah yang paling dicintai Allah Swt) adalah yang dikerjakan secara tetap. (HR Bukhari [1:41-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Apabila seseorang memeluk Islam dengan tulus, Allah akan memaafkan semua dosa-dosanya di masa lalu, kemudian setelah itu mulai diadakan perhitungan, pahala untuk setiap perbuatan baik yang dilakukannya dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat sedangkan setiap dosa yang dilakukannya akan dicatat sebanyak dosa yang dilakukannya, kecuali apabila Allah memaafkannya. (HR Bukhari [1:40(A)-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Agama itu sangat ringan dan siapapun yang membebani keberagamannya secara berlebihan tidak akan sanggup menanggungnya. Jadi engkau tidak perlu berlebihan, tetapi cobalah untuk mendekati kesempurnaan dan terimalah kabar baik bahwa engkau akan diberi ganjaran dan sholatlah di pagi hari, siang dan di penghujung malam. (HR Bukhari [1:38-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Siapapun yang melaksanakan puasa pada Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ampunan Allah, Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya di masa lalu. (HR Bukhari [1:37-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Siapapun yang mendirikan shalat (sunnah) pada malam-malam di Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ampunan Allah, Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya di masa silam.

(HR Bukhari [1:36-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,

“Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat orang yang berjihad di jalan Allah, dan ia melakukan hal itu (berjihad) semata-mata karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah akan membalasnya dengan (pahala) atau rampasan perang (bila dia hidup) atau surga (bila ia terbunuh dalam peperangan sebagai syahid).”

Kemudian Rasulullah Saw meneruskan,

“Jika tidak kuatir memberatkan umatku, niscaya aku tidak ingin tinggal di belakang setiap sariyya (unit pasukan) yang pergi berjihad di jalan Allah dan aku ingin gugur sebagai syahid di jalan Allah dan kemudian dihidupkan lagi, berjihad dan syahid kembali lalu dihidupkan lagi (berjihad) dan syahid kembali (HR Bukhari [1:35-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Siapa pun yang mengerjakan sholat pada malam Al-Qadr dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan Allah, Allah Swt akan mengampuni semua dosanya di masa lampau.” (HR Bukhari [1:34-S.A]).

 

Page 2 of 3