Diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas'ud :

“Mencerca seorang adalah fusuk dan membunuh seorang muslim adalah kufr. (HR Bukhari [1:46(A)-S.A]).

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Nabi Saw pernah bersabda,

‘Apabila seseorang (yang sedang berpuasa) makan dan munum karena lupa, maka ia harus melengkapkan (meneruskan) puasanya karena yang telah dimakan atau telah diminumnya adalah itu pemberian Allah. (HR Bukhari [3:154-S.A])

 

Diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah r.a. :

Suatu ketika Rasulullah Saw bangun pada pagi hari dalam keadaan janabah setelah mencampuri istrinya. Setelah itu Nabi Saw mandi dan berpuasa. (HR Bukhari [3:148-S.A])

 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. :

Nabi Saw pernah bersabda,

‘Sahurlah karena ada berkah (barakah) di dalamnya. (HR Bukhari [3:146-S.A])

 

(Diriwayatkan dari Anas r.a.) : Zaid bin Tsabit berkata, ‘Kami sahur bersama Rasulullah Saw kemudian Nabi Saw berdiri untuk mendirikan sholat.’ Aku bertanya,

‘Apa yang menjadi batas antara sahur dan azan?’

Ia menjawab, ‘Batasnya (jarak waktu yang cukup) untuk membaca lima puluh ayat Al Qur’an. (HR Bukhari [3:144-S.A])

 

Diriwayatkan dari Adi Bin Hatim r.a. :

Ketika ayat-ayat diatas diwahyukan, hingga jelas bagimu benang yang putih dan benang yang hitam, aku mengambil (dua) pengikat rambutku dan menyimpannya dibawah bantalku dan terus melihatnya sepanjang malam tetapi tidak dapat melihat sesuatu pun keluar darinya. Maka pada pagi hari berikutnya aku menemui Rasulullah Saw dan menceritakan hal itu. Nabi Saw menerangkan kepadaku, ‘Maksud ayat itu adalah gelapnya malam dan putihnya fajar.’ (HR Bukhari [3:140-S.A])

 

Diriwayatkan dari Al Bara r.a. :

‘Ada satu kebiasaan diantara para sahabat Nabi Muhammad Saw, yaitu bahwa apabila salah seorang dari mereka berpuasa dan makanan telah dihidangkan (untuk ifthar atau berbuka puasa), namun ia tertidur sebelum makan, maka ia tidak makan malam itu dan pada hari berikutnya hingga matahari terbenam. Qais bin Shirmah Al Anshari berpuasa dan menemui istrinya pada waktu ifthar dan bertanya apakah ada sesuatu untuk dimakan. Istrinya menjawab, ‘Tidak, tetapi aku akan mencarinya dan membawakannya untukmu.’ Ia (Qais) bekerja keras seharian, maka (pada malah harinya karena kelelahan) ia tertidur pulas. Ketika istrinya datang dan melihatnya, ia berkata, ‘Kasihan kamu.’

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :

Nabi Saw pernah bersabda,

‘Tidak seorangpun dari kalian (diperbolehkan) puasa sehari atau dua hari sebelum ramadhan kecuali jika ia sudah terbiasa puasa ([nawafil] dan puasa [nawafil-nya] kebetulan jatuh pada hari itu) maka ia dapat berpuasa pada hari itu. (HR Bukhari [3:138-S.A])

 

Diriwayatkan dari Ibn Umar r.a. :

Nabi Saw pernah bersabda,

‘Kami adalah bangsa yang ummiy. Kami tidak menulis maupun berhitung. Bulan adalah seperti ini dan ini, yaitu terkadang 29 hari terkadang 30 hari.’ (HR Bukhari [3:137-S.A])

 

Diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar r.a. :

Rasulullah Saw pernah bersabda,

‘Bulan (lamanya mungkin dapat) 29 malam (29 hari), dan janganlah memulai puasa hingga kamu melihat bulan sabit, dan apabila langit mendung, lengkapkanlah (bulan Sya’ban) menjadi 30 hari.’ (HR Bukhari [3:131-S.A])

 

Page 1 of 3