Mimpi Bertemu Nabi Muhammad Saw Sebelum Syahid

11 Jun

Mimpi Bertemu Nabi Muhammad Saw Sebelum Syahid

(1 Vote)

Abu Muslim Al-Turki, berasal dari Inggris. Syahid dalam sebuah pertempuran melawan tentara Kroasia di Bosnia pada tahun 1993, pada umur 51 tahun. Kisah dari orang pertama.

Abu Muslim adalah seorang muslim keturunan Turki yang dibesarkan di Inggris. Sebelumnya ia menjalani hidupnya bagaikan seorang kafir. Ia menikahi seorang wanita non muslim, begitu pula ia tidak mengerjakan shalat dan menjalankan ibadah lainnya, sampai suatu hari Allah SWT memberikan petunjukNya untuk kembali ke jalan yang benar.

Tak lama kemudian, Abu Muslim mendengar tentang situasi di Bosnia, dan berkata pada dirinya bahwa saya harus berangkat ke Bosnia, saya harus bertaubat pada Allah dan bertempur melawan pasukan Serbia, semoga dengan demikian Allah mengampuni semua yang telah saya lakukan di masa lampau.

Ia tiba di Bosnia pada musim gugur 1992 dan mengikuti training pada sebuah kamp di Mehorich. Abu Muslim adalah orang yang paling tua di antara para mujahidin. Saat mujahidin melakukan lari pagi, mereka semua harus menggenggam sebuah senapan, kecuali Abu Muslim, karena usianya yang tua dan kepayahan fisiknya. Orang yang melihat matanya akan mendapatkan mata seorang yang benar dan jujur kepada Allah.

Dalam sebuah operasi melawan pasukan Kroasia, Amir pasukan tidak memilihnya untuk ikut dalam operasi tersebut karena usianya yang tua. Namun Abu Muslim mulai menangis, meraung-meraung bagaikan seorang bayi hingga Amir pasukan terpaksa memasukkannya untuk ambil bagian dalam operasi tersebut.

Dalam operasi tersebut Abu Muslim tertembak di lengannya hingga menghancurkan tulangnya dan sebatang logam harus ditanamkan di lengannya selama enam bulan. Abu Muslim rajin melatih lengannya, dan setelah 45 hari dokter mengatakan bahwa logam tersebut sudah dapat diambil dari tangannya. Semua orang terkejut mendengar kabar tersebut.

Sebelum dilakukan sebuah operasi besar terhadap pasukan Kroasia, Abu Muslim mendapat mimpi, di mana ia melihat Rasulullah SAW dan mencium kakinya. Kemudian Rasulullah SAW berkata padanya,

”Janganlah kau cium kakiku.”

Kemudian Abu Muslim mencium tangan Rasulullah SAW, hingga Rasulullah berkata padanya,

”Jangan kau cium tanganku.”

Kemudian Rasulullah SAW bertanya padanya,

”Apa yang kamu inginkan hai Abu Muslim?”

Abu Muslim menjawab,” Ya Rasulullah, berdoalah pada Allah untukku, agar dalam operasi besok saya mati syahid.”

Sebelum operasi tersebut dijalankan, Amir pasukan, yaitu Komandan Abul Haris memilih personil yang akan ambil bagian dalam operasi tersebut. Ia menolak Abu Muslim untuk ikut, karena masih terluka dan belum pulih.

Seorang mujahid yang hadir saat itu berkata,

”Aku bersumpah pada Allah bahwa Abu Muslim mulai menangis seperti bayi dan berkata pada Amir, ‘Takutlah pada Allah! Abul Haris, saya akan menuntutmu di hari kiamat jika engkau tidak mengikutkanku dalam operasi ini.”

Saat komandan Abul Haris menyuruhnya untuk tidak berteriak karena kuatir didengar musuh, Abu Muslim menjawab,

”Demi Allah, jika engkau tidak memilih saya dalam operasi ini Abul Haris, saya akan menangis keras hingga terdengar ke seluruh negeri.”

Lalu ia berkata, ”Ikutkan saya dalam operasi ini di mana saja, meskipun sebagai orang yang paling belakang, ikutkanlah saya dalam operasi ini.”

Akhirnya Abu Muslim diikutkan dalam operasi ini di posisi belakang. Namun jalannya pertempuran berubah, hingga barisan belakang menjadi barisan depan (berhadapan dengan musuh) dan barisan depan menjadi barisan belakang. Abu Muslim menjadi mujahid kedua yang syahid dalam operasi itu oleh sebuah peluru yang mengenai dadanya.

Tubuhnya baru dikembalikan oleh pasukan Kroasia setelah tiga bulan, bersama tubuh saudara senegaranya Dawood al-Britany. Sebuah aroma wangi tercium dari tubuhnya yang tampak tidak berubah meskipun tiga bulan telah berlalu. Semua orang yang menyaksikannya mengatakan bahwa tubuhnya menjadi lebih tampan dan tampak lebih putih daripada ketika terakhir kalinya mereka melihat Abu Muslim.

Seorang mujahid bertutur bahwa dari semua jenazah para syuhada yang pernah dilihatnya di Bosnia, tidak ada yang lebih tampan daripada jenazah Abu Muslim at-Turki.

 

Dawood Al Britany

Dawood, dari Inggris. Syahid dalam pertempuran melawan pasukan Kroasia di Bosnia pada tahun 1993, berusia 29 tahun. Kisah dari orang pertama.

Dilahirkan dan dibesarkan sebagai seorang Kristen di Inggris, ia mendapatkan pekerjaannya di sebuah perusahaan komputer. Suatu hari ia datang ke tempat kerja menggunakan pakaian muslim. Saat ditanya teman-teman kerjanya, ia mengatakan bahwa kini ia telah menjadi seorang muslim. Seminggu kemudian ia dipecat dari tempat kerjanya dan kemudian berangkat ke Bosnia bersama dua orang lainnya.

Empat bulan kemudian, kedua temannya akan kembali ke Inggris untuk beberapa bulan dan mereka mengajaknya kembali ke Inggris. Ia menolaknya dan menjawab,
”Apa yang bisa aku lakukan di negeri orang-orang kafir?”
Dawood seorang yang tenang namun jenaka. Ia suka melakukan tugas jaga, di tengah-tengah salju dan udara dingin pegunungan.

Seorang yang sangat cepat belajar Islam dan bahasa Arab, ia juga mencintai sunnah Rasulullah SAW. Ia biasa berbaring di sisi kanan untuk tidur, mencontoh kebiasaan Rasulullah SAW saat tidur. Ia juga biasa shalat malam dan shaum di siang harinya.

Komandan Abul-Harith  bertutur tentangnya, “Kami semua tahu bahwa Dawood akan syahid, karena iman dan takwanya yang meningkat semakin tinggi.”

Pada malam sebelum dilaksanakannya operasi, Dawood mendapat mimpi, dimana ia melihat dirinya berlari di sebuah tempat yang dikelilingi beberapa istana yang besar. Ia bertanya,
“Kepunyaan siapa istana-istana ini?” Kemudian dikatakan padanya,
“Inilah istana para Syuhada.” Kemudian ia bertanya,
“Dimanakah istana Abu Ibrahim?”
Abu Ibrahim adalah seorang mujahid Inggris keturunan Turki yang syahid ditembak oleh tentara Perancis dalam Pasukan PBB dekat bandara Sarajevo. Kemudian sebuah suara berkata,
“Istana Abu Ibrahim ada di sebelah sana.”
Kemudian Dawood berlari ke arah istana temannya, Abu Ibrahim, namun tiba-tiba ia terjatuh dan terbangun dari mimpinya.

Pagi harinya mujahidin melakukan operasi besar-besaran melawan pasukan Kroasia. Dalam operasi itu, saat sedang berlari, Dawood terkena sebuah peluru di dadanya. Ia gugur syahid, tubuhnya berguling ke arah bunker Kroasia di kaki bukit.

Setelah tiga bulan, tubuhnya dikembalikan kepada pada Mujahidin. Seakan-akan ia baru saja mati, darahnya masih mengalir dan memancarkan aroma wangi misk. Tubuhnya berbaring pada sisi kanan, sebagaimana kebiasaannya saat tidur.

 ****

Sumber : Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia oleh Abu Hamdi

Dapatkan kisah-kisah lainnya di ebook kisah-kisah Mujahid Bosnia tersebut selengkapnya di Download Program, PDF & PPS Islami atau klik disini.

 

 

 

Read 3809 times Last modified on Wednesday, 10 July 2013 04:28

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.