Aku dan Mertua

Sebelum menikah, aku acap mendengar betapa susah hidup bersama mertua. Itu salah, ini salah. Mertua dan menantu adalah dua pihak yang tak mungkin menyatu. Cerita semacam itu bahkan sudah jadi konsumsi umum. Sebab itulah, kakakku ketika menikah pun langsung segera memisahkan diri dari mertuanya. Adikku, yang juga menikah duluan dariku, memilih mengontrak rumah kecil hanya untuk dapat berpisah dari mertuanya.

Tujuh Keajaiban

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “tujuh keajaiban dunia”. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “tujuh keajaiban dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi:

Pengakuan

A. Pengakuan & pesan para ikhwan untuk para akhwat ;

  1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika sedang melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan Allah kecantikan dan postur tubuh yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.

Masih Ada Bis Lain

Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang menunggu bis. Saya melihat seorang perempuan tua turun dari sebuah bis dan kemudian berjalan perlahan ke tempat pemberhentian bis. Setelah berdiam beberapa saat dia berbicara kepada saya. “Dingin banget malam ini, ya? Mudah-mudahan saya tidak perlu menunggu bis terlalu lama.”

Pemakan Rezeki, Bukan Pemberi Rezeki

Tertegun aku saat itu, ketika mengingat kembali perjalanan panjang kehidupan kami sampai saat ini. Adalah ia, seorang wanita perkasa yang telah Allah pertunjukkan padaku untuk tak lengkang berucap syukur akan kehadirannya. Menemani langkah kami, membimbing jiwa-jiwa kami, hingga melepasnya ke belantara kehidupan seperti saat ini.