Semangat Hidup

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Aku dan Mertua

Sebelum menikah, aku acap mendengar betapa susah hidup bersama mertua. Itu salah, ini salah. Mertua dan menantu adalah dua pihak yang tak mungkin menyatu. Cerita semacam itu bahkan sudah jadi konsumsi umum. Sebab itulah, kakakku ketika menikah pun langsung segera memisahkan diri dari mertuanya. Adikku, yang juga menikah duluan dariku, memilih mengontrak rumah kecil hanya untuk dapat berpisah dari mertuanya.

Tujuh Keajaiban

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “tujuh keajaiban dunia”. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “tujuh keajaiban dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi:

Pengakuan

A. Pengakuan & pesan para ikhwan untuk para akhwat ;

  1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika sedang melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan Allah kecantikan dan postur tubuh yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.

Masih Ada Bis Lain

Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang menunggu bis. Saya melihat seorang perempuan tua turun dari sebuah bis dan kemudian berjalan perlahan ke tempat pemberhentian bis. Setelah berdiam beberapa saat dia berbicara kepada saya. “Dingin banget malam ini, ya? Mudah-mudahan saya tidak perlu menunggu bis terlalu lama.”

Gaji Papa Berapa

Seperti biasa Andry, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

Nikmatilah Teh Manisnya, Bukan Gelasnya

Pada suatu pagi guru mengaji saya mengundang muridnya dalam suatu pertemuan di rumahnya, beberapa rekan yang di undang adalah orang yang sudah mapan dan mempunyai karir yang cukup gemilang, dan setelah mengucapkan salam pagi itu semua bercerita tentang keluahan masing-masing tentang kehidupan terutama paska kenaikan bbm, tentang susahnya hidup.