Eh! Ini Lorong Haji Taib!

Ketua Rombongan Haji, Syarikat Gemilang, menghubungi saya. Ketika itu, Haji Ayub dan jemaah rombongannya baru tiba di Lapangan Terbang Jeddah.

“Ustaz. standby yah, ada seorang jemaah wanita yang bertingkah aneh. Ingatannya seperti tidak sempurna,” kata Haji Ayub kepada saya yang saat itu sedang di Madinah. Saya yang sudah beberapa hari di Madinah kemudian bersiap-siap menyambut kedatangannya. Tiga jam kemudian, rombongan tadi tiba di Madinah dan ditempatkan di Hotel Wasin. Saya terus bergegas ke sana. Setibanya disana, saya dikasih tahu ada seorang jemaah wanita menghadapi masalah. Saya juga diberitahu, ketika di Lapangan Terbang Kuala Lumpur (KLIA), jemaah wanita itu dalam keadaan baik-baik saja.

Ditendang, Dibakar & Ditoreh Pisau di Tanah Suci

Pada tahun 1990, hati saya terpanggil untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Waktu itu saya bekerja sebagai seorang anggota kepolisian berpangkat inspektur di Kluang, Johor. Saya bertugas sebagai anggota kepolisian sejak tahun 1982. Kebetulan ibu saya dapat uang hasil menjual tanah warisannya. Lalu uang itu dibagikan kepada kami anak-anaknya. Saya kebagian empat ribu ringgit waktu itu. Pesan Ibu kepada saya agar uang itu digunakan untuk berangkat haji ke Mekah.

Amplop Dari Ustad

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.