Amplop Dari Ustad

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Haruskah Menunggu Sakit?

Suatu hari, saya diundang untuk berbicara di depan staff dan pimpinan sebuah perusahaan ternama. Pada kesempatan tersebut saya berbicara tentang “hukum kekekalan energi”, yang intinya, menurut hukum kekekalan energi dan semua agama, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan “energi positif” atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan “energi negatif” atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Pelajaran Dari Gadis Kecil

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survei untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Firman Allah : Makanlah dan minumlah hingga jelas bagimu benang yang putih dari benang yang hitam, yaitu fajar..

Diriwayatkan dari Adi Bin Hatim r.a. : Ketika ayat-ayat diatas diwahyukan, hingga jelas bagimu benang yang putih dan benang yang hitam, aku mengambil (dua) pengikat rambutku dan menyimpannya dibawah bantalku dan terus melihatnya sepanjang malam tetapi tidak dapat melihat sesuatu pun keluar darinya. Maka pada pagi hari berikutnya aku menemui Rasulullah Saw dan menceritakan hal…

Halal bercampur dengan Istri di malam hari di Bulan Ramadhan

Diriwayatkan dari Al Bara r.a. :

‘Ada satu kebiasaan diantara para sahabat Nabi Muhammad Saw, yaitu bahwa apabila salah seorang dari mereka berpuasa dan makanan telah dihidangkan (untuk ifthar atau berbuka puasa), namun ia tertidur sebelum makan, maka ia tidak makan malam itu dan pada hari berikutnya hingga matahari terbenam. Qais bin Shirmah Al Anshari berpuasa dan menemui istrinya pada waktu ifthar dan bertanya apakah ada sesuatu untuk dimakan. Istrinya menjawab, ‘Tidak, tetapi aku akan mencarinya dan membawakannya untukmu.’ Ia (Qais) bekerja keras seharian, maka (pada malah harinya karena kelelahan) ia tertidur pulas. Ketika istrinya datang dan melihatnya, ia berkata, ‘Kasihan kamu.’