Ditendang, Dibakar & Ditoreh Pisau di Tanah Suci

Pada tahun 1990, hati saya terpanggil untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Waktu itu saya bekerja sebagai seorang anggota kepolisian berpangkat inspektur di Kluang, Johor. Saya bertugas sebagai anggota kepolisian sejak tahun 1982. Kebetulan ibu saya dapat uang hasil menjual tanah warisannya. Lalu uang itu dibagikan kepada kami anak-anaknya. Saya kebagian empat ribu ringgit waktu itu. Pesan Ibu kepada saya agar uang itu digunakan untuk berangkat haji ke Mekah.

Amplop Dari Ustad

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Haruskah Menunggu Sakit?

Suatu hari, saya diundang untuk berbicara di depan staff dan pimpinan sebuah perusahaan ternama. Pada kesempatan tersebut saya berbicara tentang “hukum kekekalan energi”, yang intinya, menurut hukum kekekalan energi dan semua agama, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan “energi positif” atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan “energi negatif” atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Pelajaran Dari Gadis Kecil

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survei untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.